Tuhan Mengubah Manusia Melalui Doa

Tuhan Mengubah Manusia Melalui Doa

Keluaran 32:9-14

Lagi firman TUHAN kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? . Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.  Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.”  Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Doa syafaat Musa bagi anak-anak Israel merupakan suatu contoh yang menggugah semangat. Doa itu menggambarkan bagaimana doa yang tulus dapat mengubah pikiran Tuhan.
Ada saat-saatnya ketika saya dapat merasakan bahwa Tuhan tengah merasa penat menangani seseorang yang tidak patuh kepada-Nya, dan saya merasa bahwa saya sedang dipimpin untuk berdoa agar Tuhan menunjukkan rahmat-Nya bagi orang tersebut dan memberi dia suatu kesempatan lain.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Yesus kepada para murid-Nya di Getsemani, kita harus “berjaga-jagalah dan berdoalah “ ( Matius 26:41). Kita perlu saling mendoakan, bukan menghakimi dan mengkritik satu sama lain. Jika kita peduli terhadap orang lain, kita dapat melihat kapan mereka membutuhkan dorongan semangat, kapan mereka merasa depresi, takut, terancam atau mengalami segala bentuk masalah yang kasat mata. Tuhan mengizinkan kita untuk mengenali kebutuhan mereka agar kita bisa menjadi bagian dari jawaban, bukan bagian dari masalahnya. Ingatlah bahwa kita bukan tukang periuk. Tuhanlah tukang periuk itu, dan kita pasti tidak tahu bagaimana “memperbaiki manusia”.
Orang-orang yang sedang terluka tidak membutuhkan seseorang yang dengan sombongnya mencoba memperbaiki mereka; mereka butuh merasa diterima, dikasihi dan didoakan.
Berdoa ! Berdoa ! Berdoalah ! inilah satu-satunya cara untuk membuat segala sesuatu terlaksana menurut kehendak Tuhan. Jika kita melakukan segala sesuatu dengan cara-Nya, hasil-hasilnya selalu akan baik. [JM]

Kita perlu menaikkan doa dan mengizinkan Tuhan melakukan karya-Nya

Keep on Growing and Never Give up