Menjadi Sahabat Tuhan

Lukas 11 : 5-8

5 Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,

6  sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;

7  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.

8  Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Kunci untuk memahami ayat tersebut diatas adalah persahabatan. Tengah malam, orang didalam kisah itu meninggalkan rumahnya untuk meminta roti dari sahabatnya. Jika orang yang akan anda datangi bukan sahabat anda, maka anda tentu malu untuk mendesaknya. Yesus sedang mengajar murid-murid-Nya bahwa Bapa lebih bersedia untuk memberi kita apa yang kita butuhkan ketimbang apa yang akan diberikan oleh sahabat orang yag ada didalam perumpamaan itu.
Yesus berkata, “ Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu” ( Yohanes 15:14). Kita sedang berbicara mengenai sikap hati yang benar, artinya bahwa anda akan mentaati Tuhan apapun yang harus anda korbankan. Inilah salah satu kriteria untuk menjadi sahabat Tuhan. Anda juga menjadi sahabat-Nya karena anda menghabiskan waktu dengan Dia.

Yesaya 41:8 berkata, Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi”

Betapa indahnya bahwa Tuhan sampai menamakan anda sebagai sahabat-Nya. Ketika Tuhan akan menjatuhkan hukuman, Ia berkata,  “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? ( Kejadian 18:17). Dan sebagai sahabat-Nya anda boleh berharap anda akan tahu dari tangan pertama tentang apa yang sedang Tuhan lakukan. [JM]
Makin erat persahabatan anda dengan Tuhan, keberanian anda makin meningkat ketika berdoa.