M A R A H

Efesus 4 : 26-27 … Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu¬† dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Siapa yang tidak pernah marah ?
Semua pasti pernah marah, dari yang marah kecil sampai marah mendendam terus-menerus bahkan bertahun-tahun.
Marah bisa menimbulkan akar kepahitan dalam diri kita, hati jadi terluka sehingga kita tidak bisa berpikir jernih. Marah berarti tidak setuju akan suatu hal yang menurut kita tidak sesuai dengan pikiran kita. Akibatnya kita jadi tersinggung.
Orang yang rendah hati tidak mudah terpancing emosi marah. Perkataan atau  perbuatan orang tidak sampai masuk kedalam hatinya. Beda dengan orang yang tinggi hati semua diukur dengan dirinya yang serba super. Jika tidak sesuai dengan hatinya maka ia menjadi marah.
Didalam rumah tangga hubungan suami istri bisa timbul marah. Masalahnya mungkin hanya sepele tetapi kaum pria mencerna masalah dengan logika sedangkan kaum wanita dengan emosinya. Kedua perbedaan ini tidak bisa disatukan tetapi bisa saling melengkapi sehingga menjadi keluarga yang harmonis. Selesaikan segera amarahmu sebelum matahari terbenam. [RA]
Tuhan Yesus Memberkati