Proses Pendewasaan

Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. ( Ulangan 8 : 3-5 )

Tuhan mengizinkan bangsa Israel masuk kedalam padang gurun untuk diproses karakternya. Di padang gurun tidak bisa mengharapkan apa-apa , gersang, panas, tandus, ibaratnya di lembah kekelaman. Tetapi di sisi lain Tuhan juga menyatakan pemeliharaanNya, mujizatNya yaitu setiap hari mereka diberi makan gratis manna dari surga. Pakaian tidak rusak dan kaki tidak bengkak selama 40 tahun.

Terkadang Tuhan izinkan kita memasuki padang gurun dan tidak ada orang yang bisa menolong kita. Hanya Tuhanlah yang bisa menolong kita. Kelihatannya Tuhan tidak sayang kepada kita sehingga menempatkan  kita di masa-masa sulit, hal itu tidak benar karena di masa-masa sulit itu justru Tuhan ingin menunjukkan mujizatNya kepada kita.

Baju yang tidak rusak dan kaki tidak bengkak selama 40 tahun adalah mujizat Tuhan yang Dia berikan untuk kita didalam mengatasi masalah kita di masa-masa sulit.

Jangan patah semangat jika saudara sedang berada di lembah kekelaman . Perhatikanlah pasti ada hal-hal luar biasa dari Tuhan yang memperlengkapi saudara supaya keluar sebagai pemenang. Tuhan tidak membebaskan kita dari masalah tetapi Dia memberi jalan keluar atas setiap masalah kita. Dia tidak akan membiarkan kita tergeletak. Ketika masa-masa sulit terjadi ingatlah saat itulah kita melihat pertolongan Tuhan.

Tidak perlu banyak bertanya ..mengapa..mengapa dan mengapa saudara harus alami proses padang gurun ini , lebih baik ucapkan ‘ Terima kasih Tuhan untuk proses yang sedang aku hadapi, Engkau Bapa yang baik yang sedang mengajari anakNya’ [RA]

Keep on growing and never give up