Hidup yang Dipulihkan

Raja Daud, dikenal sebagai sosok yang luar biasa, bahkan “Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku’ ( Kis 13 : 22 )

Mari kita amati kehidupan raja Daud, seorang yang diurapi dan dipakai Tuhan secara luar biasa, namun ternyata Daud tidak steril dari dosa , ia melakukan kejahatan yang bahkan  dikategorikan sebagai suatu penghinaan kepada Tuhan. Perbuatan jahat Daud saat ia menghampiri Batsyeba dan merancangkan kematian atas Uria telah menyebabkan Daud dianggap telah menghina/menista Tuhan.

Daud dianggap menghina/menista Tuhan bukan hanya karena jenis kejahatan yang telah dilakukannya, tetapi karena ‘Daud sengaja berbuat dosa’.Daud seharusnya tahu kalau perbuatan-nya itu tidak benar dihadapan Tuhan namun ia tetap melakukannya.

Ibrani 10:26-27, Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

Sebagai seorang yang dikategorikan telah menghina Tuhan (2Sam12:9) seharusnya kehidupan Daud tamat dan selesai, namun kalau kita lihat dari keturunan Daud lahir  Salomo ( dari kandungan Batsyeba) yang dipakai Tuhan untuk mendirikan bait suci dan lahir Yusuf , suami maria.

Daud dipulihkan hidupnya , mari kita belajar dari Daud , sikap  Daud yang membawa pemulihan :

1.Daud mengakui dosa2nya dan tidak berbantahan.

Ketika Natan menegur Daud , Daud tidak berkelit…tidak menghindar..ia mengakui dosanya” Lalu berkatalah Daud kepada Natan:” Aku sudah berdosa kepada Tuhan    (2 Sam 12 : 13)

2.Daud sungguh2 bertobat.

Pertobatan Daud terlihat dari apa yang dilakukannya …

“Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah. Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka” (2Sam 12 :16-17).

Pertobatan yang sungguh-sungguh bukan hanya sebatas doa dan pengakuan namun harus juga disertai dengan perbuatan nyata yang menyatakan pertobatannya.

3.Daud tidak mempersalahkan Tuhan .

Ketika Tuhan memakai Natan untuk menegur Daud , maka saat itu juga Daud mengakui dosanya dan bertobat sungguh2, ia mohon kesembuhan buat anaknya yang sakit dengan berpuasa . Namun anak tersebut yang merupakan hasil perbuatan jahat Daud terhadap Batsyeba pada akhirnya mati. Daud tidak protes atau mempersalahkan Tuhan.

“Jawabnya: “Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.” (2Sam 12:22-23)

Seberat apapun dosa yang telah dilakukan oleh seseorang tetap ada pengharapan bagi orang tsb untuk mengalami pemulihan dalam kehidupannya, asal sungguh-sungguh bertobat dan mengakui dosa-dosanya. [KHO]

Keep on Growing and Never Give up