Siap Menghadapi Segala Sesuatu

Siap Menghadapi Segala Sesuatu

Manusia adalah makhluk yang terbatas, tidak mampu mengontrol dan memprediksi hari esok, jangankan hitungan tahun atau bulan, hitungan detik pun manusia tidak mampu mengontrolnya. Manusia tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hidupnya ke depan, baik hitungan detik dan menit, apalagi hitungan hari,minggu, bulan dan tahun.

Firman Tuhan berkata : “…sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” Yakobus 4:14

Hidup manusia seperti uap, artinya waktu hidup manusia sangat singkat. Setelah mati manusia harus menghadapi kekekalan. Kalau direnungkan dengan serius, betapa rentannya hidup manusia. Manusia yang tidak berakal budi sehat tidak mempedulikan hari esoknya setelah kematian. Sehingga langkah hidup mereka benar-benar ceroboh, mereka sibuk dengan segala rancangan pribadi dan cita-cita tanpa memperdulikan perasaan Tuhan yang telah meletakkan rancangan-rancangan indah kepada masing-masing individu.

Rancangan Tuhan adalah setiap orang menjadi manusia sesuai dengan kehendak-Nya dan bisa melakukan tugas khusus yang dipercayakan kepada masing-masing , karena manusia diciptakan hanya untuk Tuhan; Penciptanya. Tetapi manusia sibuk dengan mencari kesenangan sendiri dan berusaha meraih apa yang dicita-citakan. Mereka lupa bahwa kematian bisa menjemput setiap saat tanpa pandang usia. Kepada orang-orang seperti itu Firman Tuhan katakan : “ Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwàmu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah. ( Lukas 12 : 20-21 ). Orang yang dimaksud adalah orang yang sukses dalam kehidupan di bumi menurut pandangan manusia pada umumnya, tetapi ternyata ia orang yang paling gagal di mata Tuhan di kekekalan karena ia tidak kaya dihadapan Tuhan.

Manusia diciptakan untuk masa kekekalan dan kita tidak tahu sama sekali apa yang akan terjadi ke depan, oleh karena itu kita harus dalam keadaan berkenan kepada Tuhan. Maksudnya adalah bahwa setiap hari segala sesuatu yang kita lakukan pastikan hal itu berkenan dihadapan-Nya atau yang dikehendaki-Nya. Tidak ada sesuatu yang kita lakukan diluar kehendak dan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan. Firman Tuhan mengatakan di Yakobus 4:17 (TB)  “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Ayat tersebut jelas menunjukkan bahwa orang percaya harus selalu tahu apa yang baik yang dikehendaki oleh Allah dan melakukannya.

Memang bukan hal yang mudah, tetapi kita harus belajar untuk selalu menemukan apa yang baik menurut Tuhan untuk dikerjakan dan selalu mengerjakannya dengan sukacita. Jika orang percaya bisa melakukan kehendak-Nya dan hidup berkenan dihadapan-Nya maka hari esok bukan sesuatu yang menakutkan. Orang-orang seperti ini berhak memiliki jaminan pemeliharaan Allah secara sempurna, bahkan kematian pun menjadi sesuatu yang sangat indah sekali. Tetapi orang yang hidup hanya untuk menyenangkan diri-sendiri dengan segala cita-citanya , tidak pantas berharap pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. [ES]